Ironisnya hal itu terjadi di saat Polda Metro Jaya menggelar Operasi Simpati. Polisi-polisi tersebut beroperasi di tikungan, pertigaan lampu merah, di atas
flyover, di tengah
underpass, di pojok-pojok jalur
busway sehingga aksi para oknum polisi itu kerap menimbulkan kemacetan.
"Sedikitnya ada 25 titik jebakan yang sangat rawan pungli. Seharusnya polisi-polisi itu tidak menjebak, tapi bertugas di simpul-simpul kemacetan dan mengurai kemacetan," tegas Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangannya (Minggu, 10/4).
Aksi para oknum polisi yang kerap menjebak pengguna jalan itu ini sangat merusak citra Polri di saat Polri telah mendapat renumerasi. Aksi Polisi penjebak ini semakin marak karena fungsi pengawasan dari Kapolda Metro maupun Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya yang lemah.
"Maraknya aksi ini akan sangat merusak citra Polri mengingat aksi ini terjadi di Ibukota Negara. Untuk itu IPW mendesak Kapolri menurunkan tim khusus untuk menertibkan aksi yang meresahkan masyarakat ini serta segera mengevaluasi jabatan dan bila perlu mencopot Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya yang tidak mampu mengawasi bawahannya," tandas Neta yang juga mantan wartawan ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: