GUBERNUR NTB

Demokrat Kembali Bantah Caplok Kader Partai Lain

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 06 April 2011, 15:58 WIB
Demokrat Kembali Bantah Caplok Kader Partai Lain
RMOL. Partai Demokrat tidak pernah memaksa orang lain untuk bergabung. Karena itu tidak sejalan dengan sikap partai pemerintah ini yang mengedepankan politik santun dan cerdas.

"Demokrat tidak pernah mendesak-desak orang, memaksa orang untuk menjadi kadernya. Nggak pernah. Kita berjalan secara natural," kata Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Ramdhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 6/4).

Karena itu, Ramadhan Pohan menegaskan, sama sekali tidak benar tudingan sebagian orang yang menyatakan bahwa Partai Demokrat pragmatis, karena mencaplok kader lain, yang terkahir adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat, yang juga politisi Partai Bulan Bintang, Zainul Majdi. Zainul Majdi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat.   

"Argumentasinya adalah yang memilih DPD itu bukan DPP, tetapi adalah ketua-ketua DPC yang ada di di provinsi tersebut. Jadi bukan di-drop dari DPP. Itu (pragmatis) adalah anggapan yang sangat-sangat keliru," tegasnya.  

Anggota Komisi I DPR ini membeberkan bukti bahwa Demokrat tidak asal jadikan kepala daerah menjadi Ketua DPD Partai Demokrat. Dia mencontohkan, Gubernur Bengkulu Agusrin Najamuddin. Agusrin adalah Ketua DPD Partai Demokrat yang lama.

"Dia maju lagi (pada saat Musda). Tapi dia kalah. Karena menurut pandangan DPC-DPC ada yang lebih baik. Dari DPP kami tidak bisa melihat upaya apa pun. Itu kan kader kami sendiri. Artinya bahwa kita proporsional dan kita sangat taat asas, tidak melangar hukum dan tidak melanggar aturan," tandasnya.

Ramadhan kembali menegaskan DPP Partai Demokrat tidak pernah membicarkan soal kepindahan Zainul ke partainya. Meski dia mengaku kenal dengan Tuan Guru Bajang, panggilan Zainul tersebut. Ramadhan pernah bertemu dalam acara Young Asean Leader, di Thailand.

"Dalam acara kami ngobrol sana, ngobrol sini. Memang terihat beliau punya pemikiran, idealisme yang tidak jauh dengan Demokrat. Makanya ketika saya dengar ada ketertarikan dari para Ketua DPC dengan Zainul Majdi dan pada saat yang ada juga ketertarikan dari Zainul Majid terhadap Demokrat itu berarti bertepuk dua tangan. Jadi karena ada ketertarikan dari kedua belah pihak," tegasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA