"Demokrasi kita selama ini kan dibangun oleh partai. Semua parpol bisa menjaring (calon), baik dari luar partai. Misalnya, PBB mencalonkan pers dan wapres bukan dari PBB, ada Pak SBY dan JK," kata Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang, MS Kaban, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 3/4).
Calon presiden independen berkembang dinilai karena partai politik gagal merekomendasikan kader yang mampu mengatasi problema bangsa, pada saat telah terpilih sebagai presiden. Terkait penilaian tersebut, mantan Menteri Kehutanan ini membantah.
"Jangan gara-gara ketika (kader yang diusung partai) tidak menunjukkan
leadership, lalu dikatakan kegagalan semua partai-politik. Terlalu cepat menghukum semua parpol," tegasnya.
Dia menjelaskan, yang harus dilihat mestinya, misalnya, Partai Golkar sudah berdiri berapa tahun, dan berapa kadernya yang telah memimpin negara ini. Begitu juga dengan Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono memimpin negara ini selama dua periode.
"Jadi yang gagal siapa? Terserah masyarakat yang menilai. Tapi PBB kan belum (ada kader jadi Presiden). Jadi jangan sampai kegagalan sebuah partai politik (dalam mengajukan calon presiden), kemudian dianggap semua partai politik gagal dalam melahirkan pemimpin. Saya kira itu tidak pas," katanya lagi.
MS Kaban menerangkan, di luar negeri, memang ada negara yang memiliki presiden dari kalangan kalangan indepeden, yaitu Hongaria. Presiden Hongaria itu juga tetap bekerja sama dengan parlemen.
Sedangkan di Rusia, Dmitri Medvedev, katanya, itu bukan capres dari kalangan Indendepen. Tapi memang, di negara bekas Uni Sovyet itu tidak ada partai politik. Jadi capres independen ini sangat jarang, bahkan, kata Kaban, dalam 50 negara, mungkin hanya negara yang dipimpin presiden yang tidak berasal dari partai politik.
Bagaimana dengan pemilihan kepada daerah yang telah dibolehkan calon independen ikut bertarung. Di beberapa daerah, bahkan sudah ada calon independen yang memenangi pilkada. Pilkada ini dijadikan alasan agar pilpres juga dibolehkan dari kalangan independen.
Apa tanggapan Anda?"Tetapi efektifitas kepemimpinannya seperti apa? Apakah berhasil, apakah kepemimpinanya lebih baik dibanding dengan partai politik. Jadi jangan asal coba-coba," katanya.
Sejauh ini bagaimana Anda menilai calon independen dalam memimpin daerah? "Silakan dinlai sendiri," elaknya.
[zul]
BERITA TERKAIT: