Menurutnya, mestinya pengurus PSSI dan pemilik suara sah pada kongres dapat memanfaatkan Kongres tersebut setelah Fédération Internationale de Football Association (FIFA) tidak menjatuhkan sanksi kepada PSSI.
"Mestinya ini dimanfaatkan oleh mereka. Tapi inikan tidak," tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini kepada
Rakyat Merdeka Online Minggu malam (27/3).
Dia menegaskan, yang membuat PSSI seperti ini adalah para pengurus dan anggota PSSI sendiri, bukan pihak luar. Makanya dia juga mencibir, 78 pemilik suara sah lama kongres yang tergabung dalam Komite Penyelematan Persepakbolaan Nasional. Kalau memang ingin menyelamatkan PSSI, dia mempertanyakan, kenapa tidak dari dahulu.
"Yang memilih Nurdin sebelumnya juga kan mereka. Kenapa sekarang jadi sok pahlawan," tegas mantan pelawak ini.
Dia juga mempertanyakan ihwal pelaksaan kongres yang tetap digelar pemilih 78 suara sah tersebut di Pekanbaru setelah pengurus PSSI membatalkan. Karena, terangnya, yang berhak untuk menggelar kongres adalah Komite Eksekutif (Exco).
"Nah pertanyaannya, apakah mereka ini Exco. Jangan hanya karena memiliki suara lalu menggelar kongres," tegasnya.
Meski begitu, karena kemelut di tubuh PSSI sudah semakin menjadi-jadi, dia mengusulkan kepada pemerintah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia untuk mengambil alih. Apalagi, dia menerangkan, sebelumnya, Ketua Koni menjanjikan akan mengawasi pelaksanaan Kongres PSSI di Pekanbaru tersebut.
[zul]
BERITA TERKAIT: