"Jangan anggap itu biasa-biasa saja. Kalau itu dianggap biasa saja, makanya SBY akan dinilai tidak bisa berbuat apa-apa terhadap orang yang mengancamnya. Apalagi, wacana itu dimuat media internasional (Aljazeera)," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 24/3).
Kalau tidak diambil tindakan tegas, Saleh khawatir, hal itu akan terjadi, bahkan lebih dari apa yang wacanakan. Karena mereka menganggap SBY tidak bisa berbuat apa-apa, meski ancaman menyangkut kekuasaannya. Bila itu yang terjadi, tentu rakyat yang tak tahu apa-apa jadi korban.
"Jadi jangan dianggap isu ini mainan, hanya karena para purnawirawan itu tidak memiliki senjata lagi. Karena kita sayang pada SBY, makanya kita meminta untuk mengambil tindakan tegas. SBY panggil dan periksa secara serius," tegasnya.
Masih kata Saleh, bila memang SBY tidak mau berbuat tegas, hal itu akan menjatuhkan wibawa SBY di masyarakat. Karena sebelumnya, SBY baru saja diisukan menyalahgunakan wewenang seperti diberitakan dua berita Australia.
"Terhadap isu yang dikeluarkan
WikiLeaks, SBY tidak melakukan perlawanan. Soal reshuffle juga, orang sudah tahu dia juga tidak tegas. Makanya supaya tidak jatuh wibawanya, kami mengharap SBY tegas. Inikan sudah bisa bilang upaya makar," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: