Tentunya fenomena ini tak bisa dibiarkan terus menggejala di masyarakat, karena bagaimana pun kaum muda merupakan salah satu pilar utama perubahan sosial saat ini, maupun mendatang.
Hal inilah yang melatarbelakangi lembaga kajian dan riset The Political Literacy Institute menyelenggarakan kegiatan "Youth Political Outlook-2011" dengan tajuk "Saatnya yang muda bicara politik!"
Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan yang akan digelar dari Maret hingga bulan Juli di beberapa SMA dan universitas di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Kegiatan ini dimulai hari ini (Kamis, 24/3) di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMAN 78 di Kemanggisan, Jakarta Barat. Hadir mengisi acara pendidikan politik di sekolah tersebut, Teresia Pardede, S.Sos (Anggota DPR-RI) dan Prof.Andi Faisal, MA, PhD. (Guru Besar Komunikasi UIN Jakarta).
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto, dalam siaran pers yang diterima
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu, menjelaskan, kegiatan "Youth Political Outlook-2011" memiliki tiga tujuan utama.
"Tujuan kita menyelenggarakan kegiatan ini, pertama, mengembangkan jejaring kaum muda kritis sehingga bisa memperbesar prosentase kelompok
public attentive (publik berperhatian) di masyarakat. Kedua, munculnya pemahaman kaum muda progresif yang peka dan peduli pada berbagai isu dan dinamika politik. Ketiga, menguatnya pemilih rasional di kalangan para pemilih pemula," ujar dosen komunikasi politik UIN Jakarta ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: