Ia tak mau menanggapi dengan alasan sampai saat ini surat itu belum juga diterima. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari spekulasi hal ihwal surat tesrebut.
Demikian dikatakannya kepada
Rakyat Merdeka Online (Minggu, 20/3).
Saat ini, masyarakat terbelah dalam menanggapi surat dari Kongres AS itu. Bagi yang pro Ahmadiyah meminta Presiden merespons dan menanggapi positif surat tersebut. Sebaliknya, dari kalangan yang ingin agar Ahmadiyah dibubarkan, meminta Presiden mengabaikan surat tersebut, karena AS tak boleh mengintervensi kebijakan dalam negeri.
Atas spekulasi dan perdebatan yang telah terjadi di masyarakat itu, mantan Jurubicara Kementerian Luar Negeri ini berpesan,"Jangan kita berspekulasi sesuati yang kita tidak ketahui isinya seperti apa."
Meski dia mengisyaratkan, Kongres AS tak perlu mengintervensi pemerintah Indonesia dalam menangani persoalan Ahmadiyah. "Yang memahami (persoalan Ahmadiyah) adalah kita sebagai bangsa, bukan orang lain," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: