"Tak ada orang lama itu," kata mantan teroris dalam kasus pembajakan pesawat Woyla, Umar Abduh kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 18/3).
Dia memandang, aksi teror ini hanya untuk membuat keruwetan kondisi nasional. Dan tentu saja dimanfaatkan oleh penguasa. Misalnya, isu
WikiLeaks yang menyentak pusat kekuasaan menjadi hilang.
"Nggak ada itu, ini kan hanya kebetulan ada polisi berpangkat mayor yang jadi korban, baru jadi heboh. Yang ngomong orang lama, kan itu saja-saja orangnya," tandasnya.
Selain itu, Abduh menuding, Densus 88 yang berada di balik rentetan teror buku tersebut. Dia pun mengingatkan, kasus teror di Medan pada medio Agustus lalu.
"Itu kan hanya untuk menjegal agar Oegroseno (Kapolda Sumut waktu itu) untuk jadi Kapolri. Jadi yang nangkap itu lah yang bikin. Produsen kan tahu produknya kemana saja beredar," tandasnya.
[zul]