Tifatul Resmikan Penggunaan Gas Hydrogen Sebagai Pembangkit Listrik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 09 Maret 2011, 13:58 WIB
Tifatul Resmikan Penggunaan Gas Hydrogen Sebagai Pembangkit Listrik
tifatul sembiring/ist
RMOL. Menteri Komunikasi dan Informatikan Tifatul Sembiring mengapresiasi inovasi penggunaan gas hydrogen sebagai pembangkit listrik untuk suplai Base Transceiver Station (BTS) telekomunikasi yang diadakan PT  Hutchinson CP Telekomunikasi yang berlokasi di BTS Cimanggu, Bogor, Jawa Barat.

Tifatul mengatakan hal itu pada saat memberikan sambutan pada saat meresmikan inovasi tersebut yang digelar siang ini (Rabu, 9/3) oleh perusahaan tersebut di BTS Cimanggu, Bogor, Jawa Barat.

"Inisiatif  secara konkret ini  akan berdampak signifikan bagi  penurunkan polusi dan mendukung go green ICT", ujar Tifatul

Tifatul juga mengatakan, saat ini pemerintah sedang berupaya keras untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil seperti bensin, solar dan minyak tanah.  Sehingga, jika inovasi seperti yang dikembangkan ini plus inovasi-inovasi serupa juga terus dilakukan oleh berbagai pihak, ini artinya turut mengurangi beban anggaran pemerintah terhadap kebijakan subsidi BBM.

"Kami berharap inovasi ini perlu dikembangkan operator telekomunikasi lainnya  baik sebagai wujud CSR maupun untuk efisiensi korporasi itu sendiri," harapnya.

Peresmian BTS dari PT Hutchinson yang memiliki nama pasar "3" atau Tri ini dihadiri oleh Dirut dan jajaran Direksi PT Hutchinson, Max Sopacua dari Komisi I DPR RI, Dirjen Energi dan energi Terbarukan, Kementerian ESDM, dan tokoh masyarakat setempat.

Acara peresmian BTS berbasis gas Hydrogen ini ditandai dengan penekanan tombol oleh Menkominfo, pengalihan panel dari saluran catu PLN menjadi catu berbasis gas hydrogen. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA