"Justru
statement staf komunikasi politik menunjukkan
reshuffle didasarkan pada politik, bukan kinerja. Perbedaan sikap dalam soal Panja makin membenarkan sinyalemen itu," kata peneliti senior Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 1/3).
Dia menilai, ada tiga alat yang bisa dijadikan untuk me-
reshuffle KIB II. Pertama berdasarkan kinerja dan profesionalisme menteri. Dan kalau itu yang dijadikan alasan, mestinya
reshuffle sudah dilakukan sejak lama. Karena UKP4 yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto sudah melakukan penilaian. Dan itu bukan hanya menteri dari PKS dan Golkar yang dinilai kerja di bawah standar.
"Kedua berdasarkan kritik publik atau berdasarkan survei. Kalau LSI, kita tidak pernah mensurvei orang, tapi bidang. Yang banyak disorot bidang penegakan hukum, dan ekonomi mikro. Ketiga berdasarkan politik," katanya.
Dia sebenarnya sudah sejak awal menilai bahwa SBY akan mereshuffle KIB II berdasarkan politik. Dan alasan itu wajar. Karena menteri adalah jabatan politis. Tapi, dia mengingatkan, pemerintah tidak perlu berbasa-basi bahwa
reshuffle berdasarkan kinerja.
[zul]
BERITA TERKAIT: