"Kalau untuk Bambang saya hanya mengatakan, orangnya kalap jadi politiknya sempit," kata Ruhut kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 27/2).
Namun, dia mengatakan, kalau ada petinggi Partai Demokrat menjadi menteri, seperti Ketua Umum DPP Partai Demokrat dan Ketua Fraksi Demokrat M Jafar Hafsyah sesuatu yang wajar. Karena keduanya sudah lama berjuang dan membesarkan partai penguasa itu.
"Mereka sudah bekerja semaksimal mungkin kepada partai, sudah cukup lama. Wajar dong kalau kawan saya, Jafar dan Anas jadi menteri, saya bangga. Anas dan Jafar bisa jadi menteri apa saja. Daripada sudah punya calon Presiden, kalah, lalu ngemis minta-minta menteri seperti Golkar," ungkap Ruhut.
Pada pemilihan presiden 2004 lalu, Partai Golkar mengusung Jusuf Kalla dan Wiranto sebagai calon presiden dan wakil presiden. Tapi, meski jagoan Golkar kalah, tiga kadernya, Agung Laksono, Fadel Muhammad, dan MS Hidayat masuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu II.
[zul]
BERITA TERKAIT: