Seperti dalam kasus hak angket pajak, PKS sudah terlebih dahulu bersikap mendukung baru di kemudian hari Setgab SBY mengadakan pertemuan dan meminta PKS dan partai lainnya untuk sejalan menolak hak angket. Karena sudah mengambil keputusan, seperti kerap dikatakan Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal, PKS tidak bisa serta merta berubah hanya karena pertemuan Setgab yang mendadak dan singkat.
Sekretaris Sekretariat Gabungan Partai Pendukung Pemerintah, Syarief Hassan membantah tudingan PKS tersebut. Dia menegaskan, dari awal Setgab SBY sudah memiliki kesepakatan untuk menolak hak angket.
"Mereka keliru. Orang yang mengatakan itu tidak pernah ikut (rapat) Setgab. Justru PKS lah yang harus melakukan pembenahan diri, bukan Setgab. Tapi itu urusan intern mereka lah, silakan saja," kata Syarief Hassan kepada
Rakyat Merdeka Online di Bandara Sultan Hassanudin Makassar, kemarin petang (Sabtu, 26/2).
Tapi yang penting, kata Menteri Koperasi dan UKM ini, partai koalisi harus selalu berkomunikasi agar perbedaan semakin mengecil untuk mengawal pemerintahan. Kebersamaan harus dibangun melalui koalisi tersebut. Sementara, masih kata Syarief, Setgab belum akan menggelar rapat dalam waktu dekat ini agar semua partai koalisi
cooling down dulu.
[yan]