"Kalau (SBY) tidak (konsisten), tidak mungkin beliau mendapat pin Kebebasan Pers. Pak SBY merupakan satu-satunya Presiden yang dapat pin Kebebasan Pers. Paling beliau hanya mengimbau agar media
fair dan objektif dalam membuat pemberitaan," kata anggota Komisi I dari Fraksi Demokrat, Ramadhan Pohan kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 22/2).
Untuk itu, Ramadhan Pohan mengimbau agar Dipo Alam mengklarifikasi pernyataan bahwa media yang kritis tidak akan mendapatkan iklan dari media pemerintah. Pernyataan Dipo tersebut berlebihan dan jauh dibandingkancara Presiden SBY memperlakukan media.
"Tindakan Pak Dipo berlebihan, sudah keluar dari proporsinya. Biarlah publik tahu sendiri dan menilai mana pers yang benar dan mana pers yang tidak menjalankan tugas secara benar. Saya hanya mengingatkan kepada menteri dan semua pihak, jangan main ancam. Tapi gunakan jalur Dewan Pers kalau ada masalah. Kalau tidak puas, adukan ke Komisi I," tandas mantan wartawan ini.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: