PAN Tak Mau Pemerintahan SBY Dikenang Karena Banyak Terjadi Kekerasan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 16 Februari 2011, 23:53 WIB
PAN Tak Mau Pemerintahan SBY Dikenang Karena Banyak Terjadi Kekerasan
bara hasibuan/ist
RMOL. Kerusuhan yang terjadi di Cikeusik, Pandeglang, Banteng (Minggu, 6/2), Temanggung, Jawa Tengah (Selasa, 8/2), dan penyerangan terhadap Pondok Pesantren Al Ma'hadul Islami di Pasuruan, Jawa Timur (Selasa, 15/2).
semakin menambah daftar panjang kasus kekerasan agama di Indonesia yang terus meningkat tiga tahun terakhir.

Tahun 2008, misalnya, terjadi sebanyak 17 kasus yang mengalami peningkatan menjadi 28 kasus pada awal tahun 2011 ini.

"Kenyataan ini harus menyadarkan kita semua bahwa terdapat persoalan serius soal toleransi di Indonesia. Jadi, sebelum terlambat dan kerusakan makin parah, harus ada langkah-langkah kongkrit untuk merubah keadaan yang dipimpin langsung oleh presiden," kata Ketua DPP PAN Bara Hasibuan dalam keterangan pers hari ini (Rabu, 16/2).

Kalau langkah konkret itu tidak dilakukan, kekerasan atas nama agama justru bisa menjadi legacy kuat dari kepemimpinan Yudhoyono.

"Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, tentu saja PAN tidak mau bahwa periode pemerintahan Yudhoyono dikenang sebagai periode dimana sering terjadi kekerasan agama," kata Bara. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA