Pasalnya pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh konsumsi masyarakat, terutama masyarakat kaya. Sedangkan kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi
justru turun.
"Hal ini membuktikan bahwa ekonomi neoliberal yang dianut
SBY-Boediono yang melahirkan parsialitas kesejahteraan hanya pada kelompok
tertentu," ujar ekonom dari Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa, Serang, Banteng, Dahnil Anzar S, kepada
Rakyat Merdeka Online malam ini (Kamis, 10/2)
Kkesenjangan yang melebar ini membuktikan bahwa program-program pemerintah
seperti Kredit Usaha Rakyat, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat gagal mendorong kesejahteraan. Program-program tersebut hanya
bekerja di wilayah konsepsi tanpa operasionalisasi yang efektif. Akhirnya pemerintah gagal dalam mendorong peran rakyat kecil dan industri kecil sebagai kontributor
pertumbuhan ekonomi.
"Seharusnya apabila
program KUR, PNPM bisa didorong operasinalisasinya agar tepat sasaran maka
kesenjangan agak sedikit dapat diperkecil," tandas Daniel yang juga Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: