Meski begitu, pengamat politik dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago sepertinya sudah memaklumi sikap Presiden SBY tersebut. Karena, Presiden SBY dalam banyak kasus sering kucing-kucingan.
"Pak SBY itu selalu, kalau tekanan publik mereda, dia diam. Apalagi kemarin sempat dipotong oleh (berita) tentang bencana. Pak SBY lebih mementingkan ketentraman. Seperti pemilihan Gubernur Bank Indonesia. Didesak baru direspons, tapi begitu didiamkan, Pak SBY diamkan lagi," jelasnya kepada
Rakyat Merdeka Online (Minggu, 6/2).
Karena itu, seiring dengan kembalinya menghangat desakan agar Presiden SBY merombak kabinetnya, dia berharap Presiden SBY kembali pasang kaca mata lagi untuk melihat-lihat mana menteri yang layak untuk diganti.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.