Demi Menjaga Stabilitas Politik, Cukup Tiga Menteri yang Dicopot

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Minggu, 06 Februari 2011, 19:55 WIB
Demi Menjaga Stabilitas Politik, Cukup Tiga Menteri yang Dicopot
E.E-magindaan/ist
RMOL. PDI Perjuangan menilai ada 10 menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II yang layak untuk dicopot karena berkinerja kurang baik. Meskipun ada 10 menteri yang kurang, pengamat politik Andrinof Chaniago menilai, cukup tiga menteri yang di-reshuffle.

"Harus dicari tiga menteri itu, siapa skornya yang paling buruk. Ini bisa berdasarkan data Pak Kuntoro (Kepala UKP4) atau data lain. Yang masih bisa diarahkan, dikasih kesempatan saja lagi. Tapi kalau nggak bisa, baru diganti," kata Andrinof Chaniago kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 6/2).

Pembatasan hanya kepada tiga menteri saja, lanjutnya, dimaksudkan untuk menjaga kestabilan politik. Selain itu juga agar pencopotan ini mengingatkan menteri-menteri lain yang masih tetap di kabinet untuk bekerja lebih baik.

Bila siapa menteri yang layak diganti ditanyakan kepadanya, dosen Universitas Indonesia, ini menjawab berdasarkan kebutuhan saat ini. Menurutnya, saat ini yang paling penting adalah mereformasi birokrasi. Makanya, dia menilai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, EE Mangindaan dan Reformasi Birokrasi layak untuk diganti.

"(EE Mangindaan) lamban geraknya karena sudah tua. Mestinya dicari yang muda yang bisa bergerak. (Pos Kemen PAN dan RB) jangan dijadikan untuk menampung orang pensiun. Selain itu (yang layak diganti) Menteri Hukum dan HAM (Patrialis Akbar), Menteri Perindustrian (MS Hidayat) yang lebih sering ngomong atas nama pengusaha, kan ini tidak paham misi," tegasnya sambil menegaskan, Presiden harus berani menindak menteri yang tidak baik bekerja sekalipun berasal dari Partai Demokrat. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA