"Jadi ya tergantung Presidennya. Tidak ada aturan yang mengharuskan (Presiden mengkomunikasikan dengan partai koalisi)," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online hari ini (Minggu, 6/2).
Hal itu sudah terjadi pada saat Partai Golkar bergabung dengan pemerintah. Katanya, pada Pemilu 2009, partai berlambang beringin itu bersaing ketat dengan Partai Demokrat plus partai-partai lain dalam memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.
"Sah-sah saja (PDIP bergabung dengan pemerintah). Meskipun kadang-kadang terlihat kurang elok dan terasa tidak etis. Kita kan ingin membangun kultur yang elegan. Kalau tidak bisa konsieten kan akan dikritisi masyarakat, akan duji dalam sejarah," ujarnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.