"Sebenarnya yang di Arab Saudi yang lebih penting. Karena kondisi para TKI yang terlantar itu kan bisa membuat kita malu di mata dunia. Memang mengevakuasi WNI di Mesir bagus, tapi jangan lupakan TKI kita di Arab Saudi. itu yang lebih penting," tegas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan siang ini di Jakarta (Jumat, 5/2).
Dia tidak habis pikir kenapa pemerintah lebih mendahulukan WNI Mesir dibanding TKI di Arab Saudi. Padahal, lanjutnya, TKI yang ada di Arab Saudi sudah lama terlantar dan ingin kembali ke Indonesia. Sedangkan WNI yang ada di Mesir, umumnya adalah mahasiswa, yang kalaupun tidak bisa dipulangkan pemerintah, mereka punya bekal sendiri untuk kembali ke Tanah Air.
"Apalagi hampir sebagian dari WNI kita di Mesir sebenarnya tidak ingin pulang. Pertanyaan kita kenapa Mesir diprioritaskan pemerintah. Kalau 6000 WNI bisa dipulangkan, kenapa TKI yang hanya berjumlah ratusan tidak bisa. Apalagi informasi yang kita dapatkan, pesawat penjemputan ke Mesir itu via Jeddah (Arab Saudi). Kenapa tidak sekalian TKI itu dievakuasi. Ini kan jadi pertanyaan. Makanya, Menteri Tenaga Kerja jangan tidur saja," tegasnya.
Menurutnya, pemerintah memprioritaskan memulangkan WNI di Mesir karena terpengaruh dengan negara-negara lain yang juga secara beramai-ramai mengevakuasi warganya dari Mesir. Karena tidak ingin malu di mata internasional, pemerintah juga ikut mengevakuasi. "Ya, bisa dibilang untuk citra juga lah. Dan di dalam negeri pemerintah juga dapat citra. Apalagi Wapres langsung menjemput ke Asrama Haji," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: