RMOL. Dasar semua kebobrokan bangsa adalah kelumpuhan daya pikir dan daya rasa. Presiden nampak cerdas ketika menebar janji dan program pembangunan. Namun tanpa perasaan.
"Itu berarti kebohongan," kata Direktur Eksekutif Reform Institute, Yudi Latif, di Warung Apresiasi, Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa malam (1/2).
Yudi juga menyindir kunjungan Presiden SBY ke Swiss yang ditertawakan masyarakat Swiss karena protokoler yang merepotkan. Yudi menyayangkan karena politik Indonesia hanya memiliki satu bahasa; siapa yang menang. Hal ini juga terjadi dalam bidang ekonomi yang juga cuma mempunyai satu bahasa; siapa yang untung. Menurut Yudi, satu-satunya cara untuk melawan rezim kebohongan adalah dengan mengedepankan kejujuran.
"Perlawanan politik kita adalah politik kebenaran," demikian Yudi.
[yan]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: