Data Statistik Pemerintah yang Indah Mereduksi Kenyataan yang Memilukan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Rabu, 02 Februari 2011, 07:12 WIB
Kecil Besar
RMOL. Ada seorang ibu mati bunuh diri membakar tubuhnya bersama anak-anaknya yang masih kecil karena tidak mampu membiayai hidup keluarganya. Ada juga seorang perempuan melahirkan di kolong jembatan dan memotong sendiri tali pusar bayinya, kemudian membuang anaknya ke kali, karena tidak mampu menanggung biaya hidup anaknya, karena cari makan sendiri saja sudah susah.

"Hati siapa yang tak bisa merasakan itu," tanya budayawan Radhar Panca Dahana di Warung Apresiasi, Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa malam (1/2).

Menurut Radhar, pemerintah boleh saja menyatakan, bahwa Indonesia mengalami kemajuan dalam angka. Dan itu dari sudut pandang statistik bukan kebohongan. Namun harus dipahami bahwa data statistik tersebut mereduksi kenyataan, terlebih karena diselubungi kepentingan untuk mempertahankan kekuasaan.

"Jangan bicara angka dan statistik, tapi mari bicara nyawa rakyat. Saya rasa publik tahu siapa yang hanya menampilkan citra dan siapa yang benar-benar berempati," demikian Radhar.[yan]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA