"Tentu kita mendukung aspirasi rakyat Mesir. Karena tirani dan otoriter itu tidak dibenarkan. Karena orang juga sudah bosan lihat dia puluhan tahun sampai kakek-kakek masih mau berkuasa, ganti dengan yang baru, muda yang lebih
fresh," kata Sobri kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 1/2).
Sebagai orang yang pernah tinggal di Mesir, Sobri mengetahui persis bagaimana kehidupan masyarakat Mesir di bawah rezim Husni Mubarok. "Saya tahu kemiskinan di Mesir itu sudah sedemikian parah, tertekan, tidak bisa bicara, tidak bisa berbuat. Salah sedikit, tidak bersalah saja bisa ditangkap, dianiaya," terangnya.
Namun, dia mewanti-wanti agar pengganti Husni Mubarok bukan antek Amerika. Dia berharap, sosok yang akan menjadi Presiden Mesir adalah orang yang berkomitmen menyejahterakan rakyat Mesir dan mengangkat harkat martabat bangsa Arab. "Kita tidak ingin pengganti Husni Mubarok itu sepeti kerbau yang dicucuk hidunganya oleh Amerika," tandas putra Gurubesar Filologi UIN Jakarta, Nabila Lubis ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: