Tapi sikap PP Muhammadiyah jelas, tidak menghiraukan dan tidak mempersoalkan gerakan Gadis tersebut.
"Kita tidak perlu mempersoalkan lebih jauh. Karena tidak ada signifikansinya. Nanti juga akan berhenti sendirilah. Jadi itu dua hal yang berbeda. Karena Muhammadiyah tidak akan berhenti bersikap kritis dan berdakwah," kata Ketua Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah, Asep Purnama Bachtiar, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 30/1).
Tak hanya Gadis anti Din Syamsuddin yang tiba-tiba muncul. Sebagai reaksi dari itu, juga muncul Gadis Aksi Dukung Din Syamsuddin (Gaddis). Terhadap kelompok yang kedua ini, Muhammadiyah juga tidak mau menghiraukannya.
"Kita juga tidak tahu itu dari kelompok mana. Bisa saja, yang itu kelompok (pertama) yang sebaliknya mendukung. Bisa-bisa saja terjadi semacam cuci tangan," demikian Asep menduga-duga.
[zul]
BERITA TERKAIT: