"Kenapa sih pengamat suka putar balik statemen. Justru maksud Presiden itu bahwa dia lebih mengutamakan rakyat, bukan mengeluh minta naik gaji," tegas Syarief.
Menurut Syarief, tidak ada satupun dari kalimat Presiden SBY yang menyiratkan keinginan menaikkan gaji. "Tidak ada pula permintaan pemerintah kepada DPR untuk menaikkan gaji Presiden. Tapi memang struktur penggajian di Indonesia harus ada dievaluasi," tutur Syarief.
Ia menambahkan, ketika seseorang dipercaya menjadi pejabat negara, maka urusan besaran gaji tidak dipikirkan. Pasalnya, imbuh Syarief, gaji menteri sebesar Rp 18 juta tentu jauh lebih kecil saat dia masih menjadi pengusaha.
"Kami tidak pernah mengeluh. Yang penting bagaimana caranya mengabdi pada negara," ujarnya.
Karena itulah, Syarief menyesalkan komentar para pengamat yang dinilainya terkesan mendiskreditkan Presiden.
"Masa pengamat melihatnya dari sisi negatifnya saja. Saya lihat pengamat harus cuci otak. Saya melihat ini kepentingan 2014, saya kira begitu (bahwa komentar pengamat dtunggangi pihak-pihak tertentu)," tutupnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: