"Apa yang disampaikan itu sebuah fakta kebenaran. Karena memang selama tujuh tahun ini tidak pernah mengalami kenaikan (gaji)," jelas Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari kepada
Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 22/1).
Hanya saja, Presiden SBY tidak tepat mengucapkan hal tersebut saat ini. Setidaknya ada dua argumen Ketua DPP Partai Golkar ini hingga berkesimpulan, bahwa SBY tidak tepat mengutarakan hal tersebut kemarin pada acara penutupan rapat pimpinan TNI-Polri.
"Pertama, karena kritik kepada Presiden SBY sedemikian besar dari tokoh lintas agama, yang harus disikapi dengan cermat dan pas. Tapi, pada saat seperti itu,
kok (Presiden) malah melansir soal gaji yang memang benar belum pernah naik," ujarnya.
Kedua, lanjutnya, saat ini keluhan dan keresahan rakyat juga sedemikian besar karena ketidakpuasan yang sangat tinggi menyangkut kehidupan sehari-hari yang tidak terpenuhi. Sehingga, dia menilai, orang pasti akan melihat apa yang diucapkan Presiden SBY itu sebagai sebuah anakronisme dengan kehidupan nyata. "Istilahnya,
the right statemen in the wrong time. Jadi tidak pantas untuk dikatakan dan tidak pantas untuk dinaikkan (gaji Presiden)," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: