Demikian dikatakan Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono, hari ini (Sabut, 22/1) dengan mengutip majalah
The Economist.Tak hanya itu, dia juga membandingkan tanggung jawab dua Kepala Negara tersebut. Kata Arief, kerja Presiden China lebih lebih sulit daripada Presiden SBY. Karena SBY hanya memimpin 230 juta penduduk. Sedangkan President Hu Jintao mengatur hampir dua milyar penduduk.
"Tidak itu saja, President Hu Jintao juga dituntut untuk bisa menstabilkan harga pangan dan cadangan pangan di China, serta wajib menyejahterakan rakyatnya, tapi SBY adalah sebaliknya, malah masa bodoh dengan harga pangan yang terus meroket dan gagal menyejahterakan para petani," tegasnya.
Karena itu, dia menyesalkan, pernyataan Presiden SBY yang mengaku selama menjabat sebagai Presiden, gajinya tidak pernah naik. Menurutnya, tidak pada tempatnya Presiden mengungkapkan hal tersebut. Bahkan, dia menegaskan, hanya Presiden Indonesia di dunia yang pernah curhat tentang gaji yang tidak naik selama memimpin.
"Sungguh sangat tidak pantas ini diucapkan di depan umum bagi seorang Presiden apalagi di depan para petinggi Polri dan TNI dan didengar oleh para prajurit TNI, Polri serta rakyat yang lagi kelaparan dan kesulitan di pengungsian akibat bencana alam," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: