SBY Harus Berani Amputasi Lingkaran Setan Birokrasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 21 Januari 2011, 21:41 WIB
SBY Harus Berani Amputasi Lingkaran Setan Birokrasi
syahganda nainggolan/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus berani segera mereformasi birokrasi di semua jajaran pemerintahan. Soalnya, kinerja jajaran di bawah Presiden SBY saat ini masih terlihat lamban dalam merespons kebutuhan publik, bahkan cenderung mengecewakan rakyat Indonesia.

Berdasarkan pengamatan Sabang Merauke Circle (SMC), seperti diutarakan Ketua Dewan Direkturnya, Syahganda Nainggolan, lingkaran birokrasi pemerintahan saat ini telah berubah menjadi lingkaran setan.

"SBY lebih asyik melakukan pecitraan politik agar Partai Demokrat tetap menjadi salah satu partai politik yang paling kuat dan bisa mengatur masuknya kapitalisme atau investor-invetor asing ke Indonesia. SBY pasti mengetahui perilaku kotor birokrasi. Hanya saja, SBY tidak mau melakukan reformasi di lingkaran setan tersebut," tegas Syahganda Nainggolan kepada wartawan di Jakarta, hari ini (Jumat, 21/1).

Padahal, kata Syahganda, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa perilaku birokrasi yang kotor akan menghambat kemajuan bangsa dan negara. Indonesia tidak akan mampu mengejar ketertinggalannya dari negara-negara lain selama birokrasi tidak mengabdikan dirinya kepada bangsa dan rakyat Indoensia.

"Karena itu untuk mengejar ketertinggalan dan memajukan Indonesia ke arah yang lebih baik diperlukan reformasi birokrasi di seluruh jajaran pemerintahannya, khususnya para menteri-menteri yang dianggap tidak menunjukkan kinerja yang baik," ujar Syahganda.

Namun, jika masih ragu-ragu melakukan reformasi, SBY bisa meminta pendapat dan pertimbangan dari para pakar. SBY dapat menggunakan second opinion, pendapat dan pertimbangan dari para ahli hukum, ekonomi, politik untuk mengambil kebijakan reformasi birokrasi tersebut.

"Sebab, refomasi birokrasi memang mutlak dilakukan di tengah-tengah krisis multidemensi bangsa ini. Seharusnya, dengan menyandang marga Siregar, sebagai 'orang Batak' SBY lebih tegas mengambil langkah kebijakan," ucapnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA