Menggelikan dan Menjijikkan, SBY Ngomongin Gaji

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 21 Januari 2011, 19:10 WIB
Menggelikan dan Menjijikkan, SBY Ngomongin Gaji
presiden sby/ist
RMOL. Pernyataan Presiden SBY bahwa dirinya tidak menerima fasilitas kenaikan gaji selama jadi Presiden dinilai menggelikan dan menjijikkan.

"Menurut saya itu sih menggelikan dan menjijikkan seorang Presiden bicara soal gaji. Presiden kan bukan buruh, bukan karyawan yang urusannya dengan gaji," kata mantan Jurubicara Presiden era Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi.

Adhie yang juga aktivis Gerakan Indonesia Bersih mengingatkan, bahwa jabatan Presiden merupakan satu kehormatan dan kepercayaan yang diberikan rakyat. Karena itu negara membayar cukup mahal dengan menutupi hampir seluruh fasilitas Presiden.

"Itu ditanggung oleh negara semua. Setiap keperluan sehari-hari dan keperluan apa pun ditanggung negara. Bahkan kalau keluar negeri juga dapat honor, begitu juga dengan Ibu Negara," tambahnya.

Dengan gaji Rp 67 juta per bulan, menurutnya itu sudah cukup bagi seorang Presiden. Dia memastikan, Presiden bohong kalau seandainya dengan jumlah itu masih menilai kurang.

"Menurut saya sangat tidak pada tempatnya Presiden bicara gaji dengan kondisi kehidupan rakyat saat ini dimana kesejahteraan tidak mengingkat. Saat ini hanya tiga pilihan rakyat, mengutang, mengurangi makan atau bunuh diri," tandas Adhie dalam sebuah takshow di TVOne malam ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA