"Saya tidak habis pikir bagaimana pihak-pihak tertentu menjadikan Gayus Tambunan sebagai rujukan kebenaran. Pihak-pihak ini dengan sengaja memprovokasi publik seakan-akan kasus Gayus adalah rekayasa semata," kata Bara kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 21/1).
Padahal, kata politisi muda ini, publik sudah mendengar di persidangan bahwa Gayus mengakui telah melakukan pelanggaran hukum. Tak sampai disitu, Gayus juga mengakui menerima suap dari perusahaan-perusahaan untuk memanipulasi pajak.
"Provokasi-provokasi yang menjadikan Gayus seakan-akan pahlawan berbahaya terhadap pemberantasan mafia hukum," jelas Bara.
Karena itu menurutnya, untuk mematahkan kebohongan Gayus dan pihak-pihak yang menjadikan kebohongan Gayus sebagai peluru untuk menyerang Satgas, yang berakibat buruk pada upaya pemberantasan mafia hukum, Presiden perlu mendorong percepatan pengungkapan perusahaan-perusahaan yang selama ini bekerja sama dengan Gayus dalam melakukan penggelapan pajak.
"Satu-satunya cara adalah melibatkan KPK agar proses ini lebih kredibel," tutup Bara Hasibuan.
[zul]