Harga-harga Meroket, Hatta Rajasa Jangan Lari dari Tanggung Jawab!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 04 Januari 2011, 20:22 WIB
Harga-harga Meroket, Hatta Rajasa Jangan Lari dari Tanggung Jawab!
Bambang Soesatyo/ist
RMOL. Pernyataan Menko Perekonomian Hatta, bahwa bahwa Indonesia masuk dalam 18 kekuatan ekonomi dunia adalah sebagai manuver untuk lari dari tanggungjawab terhadap persoalan ekonomi yang dihadapi rakyat saat ini.

Pernyataan itu tak lebih dari angin surga dari Hatta, yang coba meninabobokan rakyat dan membangun kebanggaan semu.

Demikian dikatakan anggota Badan Anggaran DPR yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bambang Soesatyo petang ini (Selasa, 4/1).

Sebagai Menko Perekonomian, Hatta mestinya lebih peduli pada persoalan rakyat Indonesia sekarang ini, bukannya mengira-ngira ekonomi negara 15 atau 20 tahun mendatang ketika dia sudah tidak lagi menjabat menteri.

"Kalau sekarang ini terjadi lonjakan harga bahan pokok, seperti beras, minyak goreng dan cabai, berarti masalahnya berkait dengan perut rakyat. Itulah tugas utama Menko  Perekonomian saat ini. Maka, Hatta harus memprioritaskan penanganan masalah pengendalian harga," tegas Bamsoet.

Bagi rakyat, sambung anggota Komisi III DPR ini puja-puji atau klaim tentang Indonesia sebagai satu dari 18 kekuatan ekonomi dunia adalah pepesan kosong. Menurutnya, apa artinya klaim kalau jumlah warga miskin terus bertambah.

Karena itulah Bamsoet menegaskan Hatta Rajasa jangan lari dari tanggung jawab.

"(Hatta) jangan mengajak rakyat mengawang-awang atau bermimpi. Sebab masalah riil saat ini adalah tingginya harga kebutuhan pokok rakyat. Daya konsumsi jutaan keluarga sudah anjlok menuju titik nol. Jutaan anak terancam kekurangan gizi," demikian politisi Golkar ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA