Saat ini tim tersebut sedang berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk mencari bukti, apakah betul Gayus yang mestinya saat itu mendekam di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, tapi keluyuran ke Singapura.
"Tim penyelidik telah melakukan langkah-langkah, antara lain, kita melakukan kerja sama dengan pihak penerbangan untuk melihat manifes," ujar Kabid Penum Polri Kombes Boy Rafly Amar kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 4/1).
Selain itu, Polri juga bekerjasama dengan pihak imigrasi. Hal itu untuk mengetahui apakah benar Gayus terbang ke Singapura. Pasalnya, sejak Maret lalu, paspor Gayus sudah diamankan pihak Kepolisian, sekembali dari Singapura saat dijemput Polri dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.
"Kita juga sedang mengumpulkan rekaman CCTV. Tim masih berjalan, hasilnya belum bisa kita sampaikan hari ini. Ya dalam waktu dua hari ini (akan disampaikan), mungkin ada kesimpulan sementara dari apa yang disampaikan oleh Bu Devina," demikian Boy.
[zul]