“Kalau sekarang dikritik kan kurang fair, bekerja saja belum kok sudah
dikritik. Beri kesemÂpatan Basrief bekerja. Biarkan beliau membuktikan
komitmenÂnya dalam pemberantasan korupÂsi,’’ ujar Staf Khusus Presiden
Bidang Informasi, Heru Lelono, kepada’
Rakyat Merdeka, di Jakarta.
Berikut kutipan selengkapnya:Banyak kalangan meraguÂkan Jaksa Agung yang baru Basrief Arief bisa menuntaskan kasus-kasus korupsi, komentar Anda?
Presiden menentukan Jaksa Agung yang baru dengan berbaÂgai pertimbangan.
Apa pertimbangannya?
Kalau ditanya latar belakang dan alasan teknis secara detail, saya
nggak bisa menjawab. Itu hak prerogatif Presiden. Sebab, saya bukan
orang yang diajak untuk mempertimbangkan itu. Tapi hampir pasti tidak
mungkin tanpa alasan. Yang jelas Pak BaÂsrief yang terbaik.
Memang komitmen Basrief seperti apa?
Seperti yang disampaikan beÂliau (Basrief).
Pertama, adalah menyelesaiÂkan perkara-perkara di kejakÂsaan.
Kedua,
dia memahami bahwa apa yang dilakukan Pak Hendarman Supandji, salah
satuÂnya adalah reformasi di internal. Reformasi itu masih harus
diÂlanjutkan.
Maka untuk memperbaiki inÂterÂnal, harus dilakukan reforÂmasi. Ini yang
lebih penting dariÂpada menyelesaikan satu atau dua peÂkerjaan. Seperti
yang disamÂpaiÂkan Presiden, masalah penegakan hukum ini masih banyak
masaÂlah. Kita doakan saja, komitmen itu dijaga betul tanpa dihambat
internal maupun eksternal.
Jangan dipolitisir, ini bisa meÂrusak penegakan hukum kita. Jadi, beri
kesempatan kepada BaÂsrief Arief, jangan belum apa-apa sudah dikritik.
Biarkan dia untuk membuktikan komitmen itu.
Tapi prestasinya selama ini kan tidak terlihat, sehingga baÂnyak kalangan pesimistis?
Kalau pesimistis dasarnya apa. Sebaliknya, kalau optimistis daÂsarÂnya
apa. Kita harus melihat kinerja. Jadi, kita tidak boleh biÂcara
pesimistis dan optimistis saat sekarang. Kita menunggu saja apa yang
dilakukan Basrief Arief dengan segala komitmenÂnya.
Apa harapan Presiden ke BaÂsrief?
Pak Basrief harus memahami benar kalau penegakan hukum kita masih
banyak masalah, seÂhingga menjadi Pekerjaan RuÂmah. Untuk penegakan
hukum ini tidak cukup hanya dengan beÂkerja, tapi harus bekerja keras.
Maksudnya?
Kalau pegawai negeri itu beÂkerja dari pukul 08.00 WIB samÂpai 17.00
WIB. Maka untuk memÂÂperbaiki penegakan hukum di kejaksaan tidak cukup
itu, tapi harus lebih.
Kemudian Presiden memberi pesan yang sangat jelas bahwa kebenaran itu
harus ditingkatkan. Memang hukum itu untuk keaÂdilan. Tapi
kadang-kadang, keaÂdilan bagi siapa. Adil di sini tapi nggak adil di
sana. Yang lebih penting dalam penekanannya adalah tegakkan kebenaran.
Terpilihnya Basrief Arief menÂÂcengangkan banyak kaÂlangan karena namanya kurang disebut-sebut sebelumnya?
Tidak seperti itu juga. Nama Basrief Arief sudah cukup lama beredar.
Saya pribadi, dengan nama Basrief bukan hal yang mengagetkan.
Komentar Anda atas terpiÂlihÂÂÂnya Busyro Muqoddas menÂjadi Ketua KPK?
Sekarang ini semua pimpinan lembaga hukum sudah ada, yakni Jaksa Agung,
Kapolri, dan Ketua KPK. Diharapkan terjadi sinergi demi pemberantasan
korupsi di negeri ini.
[RM]