"Nggak perlu, biarkan saja dulu dia bekerja. Dia nanti konsolidasi ke dalam dulu, biar saja. Itu (masa jabatan) kan hanya 11 bulan, pendek sekali. Jangan kita bebani dulu lah. Saya kan ikut memilih dia, jadi tidak tepat itu (memberi beban)," ujar Syafii kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 26/11).
Syafii hanya berharap Busyro yang juga Ketua Komisi Yudisial bekerja dengan baik dan membangun kerja sama dengan pimpinan KPK yang lain.
"Dia menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, dengan sejujurnya, dengan sikap berani dalam ranah hukum. Kalau bisa bekerja sama dan harus bisa bekerja sama, saya kira akan bisa efektif meski tidak akan maksimal," cetus Syafii.
Terkait dengan masa jabatan Busyro yang hanya satu tahun ditentukan, Syafii menerima dengan terpaksa. Karena Pansel sebelumnya menginginkan agar calon pimpinan KPK terpilih memiliki masa jabatan empat tahun. "Bukan hanya kita (Pansel yang menginginkan empat tahun). Tapi pengamat dari Gajah Mada, dari Fraksi PPP. Tapi mau apalagi, DPR maunya seperti itu," ungkap pria yang akrab disapa buya ini pasrah.
[zul]
BERITA TERKAIT: