Hanura baru akan memutuskan satu di antara dua nama itu setelah proses
fit and proper test untuk kedua calon itu digelar besok.
"Kalau sekarang saya menentukan sikap, berarti unsur subjektivitas saya yang akan muncul," kilah anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding kepada
Rakyat Merdeka Online (Selasa, 23/11).
Meski begitu, dia mengungkapkan, Hanura akan memilih calon berdasarkan
track record itu selama kedua calon itu memimpin sebuah institusi. Hanura tidak ingin calon pimpinan KPK pernah menghambat pemberantasan tindak pidana korupsi atau memberi ruang kepada orang untuk korupsi.
"Dan juga apakah dia bersedia menandatangani fakta integritas penuntasan kasus Century," ungkapnya.
Sudding mengatakan itu, karena menurutnya, kalau calon tersebut memiliki komitmen, mestinya penuntasan kasus
bailout Bank Century menjadi prioritas.
"Apalagi kemarin DPR telah membuktikan ada pelanggaran hukum, dan nama yang bertanggung jawab juga disebutkan dalam Paripurna. Ini harus ditindaklanjuti supaya ada kepastian hukum," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: