Namun, yang terpenting saat ini, ujar anggota Komisi IX DPR Nova Rianti Yusuf adalah memperhatikan masalah yang dihadapi pengungsi pasca terjadi bencana letusan Merapi.
"Disana perlu ada pendamping bagi para pengungsi. Karena indikasinya, kalau dibiarkan terus dan tidak didampingi, mereka ini sudah mulai tidak bisa tidur dan cemas. Itukan indikasi depresi, perlu pendampingan," ujar Nova.
Nova mengatakan hal itu setelah kemarin baru saja kembali dari lokasi-lokasi pengungsian yang ada di Jawa Tengah dan Jogjakarta.
Karena kebutuhan perlunya psikiater yang akan mendampingi pengungsi, Nova kemudian mengusulkan agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana menggelontorkan dana sebesar Rp 574 juta. Dana tersebut akan digunakan sebagai biaya untuk melatih para pendamping pengungsi sebanyak 200 orang dari rumah sakit jiwa yang ada di Jogja dan Solo.
Para pendamping ini, lanjut Nova yang dijumpai di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat siang ini (Sabtu, 20/11), tidak hanya untuk daerah Jogja. Tapi juga untuk lokasi-lokasi yang rawan bencana, BNPB harus menyediakan tenaga pendamping sebelum terjadi bencana.
Saat berada di lokasi pengusian kemarin, Nova mengaku bertemu dengan mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Syafii Maarif. Pada saat itu, Buya Syafii, panggilannya, mengamini usulan kader Partai Demokrat tersebut.
[zul]
BERITA TERKAIT: