Kata dia, AAI mempunya jaringan advokat internaional sehingga pengawasan lebih maksimal di sana. “Kami siap berkordinasi dengan pengacara yang hebat,†ujar Jumhur Hidayat di kantornya, Jalan MT Haryono, Jakarta saat menerima perwakilan AAI (Jumat, 19/11).
Menurut Jumhur, pengacara-pengacara akan dikirim ini bukan pengacara yang
asal-asalan. Selain untuk mendampingi Sumiyati, pengacara dari AAI juga akan mendampingi TKI lainnya yang bermasalah dengan hukum. "Jadi, kami siap berkoordinasi dengan pengacara-pengacara yang hebat," ujarnya.
Ketika ditanya kenapa ada majikan yang melakukan kekerasan yang berlebihan,
Jumhur mengatakan kemungkinan besar karena majikan Sumiyati ini mengidap masalah
kejiwaan.
“Kalau majikan tidak suka terhadap TKI yang bekerja padanya bisa mengembalikan
TKI ke agen, dan majikan bisa meminta ganti TKI yang lebih baik,†katanya dengan
nada tinggi.
Untuk mencegah terulangnya kasus yang menimpa Sumiati, Jumhur berharap agar ke
depan ada semacam seleksi kejiwaan atau psikologi bagi calon majikan yang akan
merekrut TKI.
“Kalau kejiwaan majikan cenderung menyimpang, pemerintah bisa menolak
memperkerjakan TKI di majikan tersebut,†ujarnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: