"Saya kira tidak ada pengaruhnya. Bencana di mana-mana kan bisa terjadi," ujar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Hilmy Karim saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (14/11).
Sebaliknya, menurut Hilmy, para investor tetap tertarik berinvestasi di Indonesia karena mereka sudah tahu Indonesia merupakan negara dengan tingkat resiko kredit atau bunga kredit cukup rendah.
"(Karenanya) iklim investasi tetap akan bagus. Saya kira mereka tetap akan berbondong-bondong masuk ke kita (Indonesia)," ujarnya.
Seperti diketahui, sampai tahun 2014, pemerintah menargetkan tidak kurang dari 10 ribu triliun US dollar modal yang masuk ke Indonesia.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: