"Ya pokoknya kan mereka bisa selesaikan sendiri. Itu soal spelele tidak usah diperbesar. Agar tidak menyimpang kemana-mana. Saya rasa lebih bijaksana kalau dipersempit masalahnya jangan diperlebar," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashshiddiqie kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 12/11).
Dia mengatakan itu, karena melihat pemberitaan media seputar hal tersebut hampir setiap hari. Selain itu juga Tim Investigasi untuk mengungkap kasus mafia perkara dan suap Mahkamah Konstitusi (MK) yang dibentuk oleh Ketua MK Mahfud MD menurutnya di luar bayangannya sebelumnya.
"Ya (pembentukan tim) baik. Itukan sebagai upaya klarifikasi. Tapi tidak usah dibikin serius. Saya kaget juga ada nama Buyung. Jadi seolah-olah tim investigasi serius banget nih. Tapi sudah lah," Jimly pasrah.
Selain Adnan Buyung Nasution, juga masuk dalam tim yang diketuai Refly itu sendiri adalah Bambang Harymurti, Bambang Widjojanto dan Saldi Isra.
Jimly menyebutkan, dengan adanya kasus itu, menjadi pembelajaran bagi Refly sendiri dan pengamat-pengamat lainnya ketika mengungkapkan pendapat. Namun, dia juga mengingatkan, sebaiknya MK juga tidak berlebihan dalam menanggapinya. Saat ini, katanya, Refly tinggal mengungkap saja apa yang menjadi pokok persoalan. Tidak usah melebar ke kasus-kasus lain.
"Kita ini kan manusia, kalau dikorek-korek terus pasti ada juga salahnya. Maka fokus saja," Jimly menyarankan.
[zul]
BERITA TERKAIT: