Demikian disampaikan pengamat pasar modal, Yanuar Rizki, kepada
Rakyat Merdeka Online (11/11).
"Kita sudah dikangkangi. Masa sehari langsung bisa kumpulkan Rp 1,99 triliun. Kok gampang sekali ya. Ini kan hampir menyamai harga IPO-nya yang Rp 2 triliun itu," katanya.
Yanuar menyesalkan sikap pemerintah yang sejak awal menyerahkan semua proses IPO ke mekanisme pasar.
"Sekarang terbukti pasar sangat jorok dan serakah," ucapnya.
Di pasar bursa, saham berkode KRAS itu bergerak sangat aktif. Sejak dibuka dengan harga Rp 850 pada jam 09.30 WIB, saham terus bergerak naik mulai dari Rp 950, Rp 1.100, Rp 1.210, hingga Rp 1,250.
Menurut Yanuar, kalau mau menggunakan mekanisme pasar kenapa harga penawaran yang dipakai sangat rendah. Harusnya harganya dipatok tinggi agar tidak merugi.
"Sudah tahu minat pasar sangat tinggi tapi kenapa dijual rendah (hanya Rp 850)," tambahnya.
"Negara bukan kecolongan, tapi sengaja biar dicolong," tandasnya.
[ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: