Malah sebaliknya, seperti diungkapkan Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia Boni Hargens, kedatangan Obama jutru akan mendatangkan bencana bagi Indonesia.
Oleh sebab itulah, Boni berjanji tidak akan hadir pada saat Obama menyampaikan pidato di UI besok. Tak hanya itu, Boni juga berjanji tidak mau mendengarkan pidato Presiden Amerika Serikat ke-44 itu.
Hal itu dikatakan Boni kepada wartawan usai diskusi
Nasionalisme Ekonomi di Tengah Hegemoni Asing di Universitas Jayabaya, Jakarta Timur (Selasa, 9/11).
Boni melihat Obama sama seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kesamaannya, kepemimpinan Obama dibangun berdasarkan polararitas bukan kenierja. Penentuan waktu kunjungan Obama ke Indonesia menjadi salah satunya. Ujar Boni, Obama melawat Indonesia saat Indonesia berhasil menekan gerakan konservatisme dan gerakan terorisme.
"Kalau itu (kunjungan) dilakukan sekarang berarti popularitas dia tidak akan turun di tengah pendukung konservatif di Amerika Serikat," terang Boni.
Sebaliknya, masih kata Boni, kalau misalnya Obama mengunjunngi Indonesia pada pada masa-masa sebelumnya atau pada saat terorisme masih beraksi di Indonesia, dipastikan popularitas Obama akan melorot di mata pendukungnya dari kalangan konservatif.
[zul]
BERITA TERKAIT: