"Cara mereka (DPR) jauh dari cara berdemokrasi yang sejati. Model demokrasi yang dipraktekkan mereka hanya cara bagaimana mengembalikan sepuluh kali lipat biaya yang dikeluarkan mereka saat kampanye," ujar koordonator Petisi 28, Haris Rusli Moti kepada
Rakyat Merdeka Online di Doekoen Kafe, Pancoran, Jakarta (Minggu, 7/11).
Haris pun mengingatkan agar tidak terlalu banyak berharap DPR membicarakan aspirasi rakyat. Di DPR, sebut dia, aspirasi saat ini hanya dijualbelikan bukan diperjuangkan.
"Parahnya lagi, para anggota Dewan sadar melakukan pengkhianatan-pengkhianatan itu. Kepala mereka seperti batu dan tidak mau diingatkan. Padahal mereka tiap hari dikritik oleh media dan rakyat," tutup Haris.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: