Permadi: Gampang Menjatuhkan SBY!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 07 November 2010, 15:37 WIB
Permadi: Gampang Menjatuhkan SBY!
permadi/ist
RMOL. Meski dipilih lebih dari 50 persen penduduk Indonesia dan menguasai DPR, ternyata tidak sukar menjatuhkan Susilo Bambang Presiden dari tampak kekuasaan sebagai Presiden Negara Indonesia.

"Untuk menjantuhkan SBY itu gampang. Dengan 1000 pemuda saja cukup," ujar anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya, Permadi, dalam diskusi dan bedah buku "SBY Mundur" di Doekoen Coffee Pancoran, Jakarta Selatan (Minggu, 7/11).

Namun, buru-buru Permadi menambahkan, bukan penggulingan SBY yang saat ini diinginkan. Kata Permadi, yang harus dilakukan saat ini adalah melepaskan Indonesia dari cengkraman neo kolonialisme dan neo imperialisme.

"Neo kolim melihat Indonesia strategis. Karenanya mereka melakukan berbagai upaya untuk menggulung kita. Tambang kita mereka kuasa lewat PT Newmont, Freeport, dan terbaru PT KS, mereka miliki," bebernya.

Kemapanan dan kedigdayaan neo kolim di Indonesia terjadi karena ada kerja sama yang dimulai sejak jaman Presiden Soeharto. Pada saat itu kroni-kroni Soeharto bekerja sama dengan neo kolim

"Soeharto memporak-porandakan kedaulatan negara lewat undang undang yang pro asing. Sehingga jangan aneh, banyak undang undang titipan mereka. Bahkan sebelum disahkan pun mereka sudah sampaikan apa yang mereka titipkan," ujar mantan politisi PDI Perjuangan ini.

Mantan anggota Komisi I DPR kemudian mengingatkan faktor yang menjatuhkan presiden Indonesia mulai dari Presiden Soekarno sampai Megawati Soekarnoputri. Dia menjelaskanya, semua presiden itu dijatuhkan oleh kekuatan neo kolonialisme.

"Jadi, jangan harap bisa menjatuhkan SBY jika neokolim masih menyenanginya. Yang penting menurut saya adalah bukan menggulingkan SBY. Tapi harus revolusi bagaimama menjebol neo kolim dan neo imperialis, menjebol Freeport, Newmont, dan PT KS dan lain-lainya supaya bisa kita miliki," tegasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA