“Saya setiap hari mendapat laporan dari jamaah haji yang tidak puas atas pelayanan Kemenag di sana. Baru-baru ini ada jamaah yang tidak dapat hotel, bahkan yang sudah tinggal di hotel tiba-tiba harus pindah dengan alasan yang tidak jelas,†katanya kepada
Rakyat Merdeka Online, di Jogyakarta.
Carut marut pelayanan haji itu, kata dia, terkait dengan pemondokan buat jamaah dan fasilitas yang melekat sebagai penunjang buat jamaah haji.
Kata dia, keseriusan pemerintah menjadi dipertanyakan, karena kejadian ini berulang tiap tahunnya dan menjadi persoalan klasik.
“Saya mengusulkan supaya dibentuk Panja pelayanan haji secara keseluruhan,†katanya.
Rubai menegaskan, jika pada perjalanannya Kemenag tidak ada perbaikan untuk jamaah haji, maka usul selanjutnya pelayanan jamaah haji diswatanisasi atau dialihkan bukan pemerintah lagi yang menangani.
“Ini akan menjadi tranparan dan pelayanannya akan semakin baik,†katanya.
Kata dia, ide untuk menswastanisasi pengeloaan ibadah haji ini, mendapat dukungan dari berbagai pihak yang berkeinginan pengeloaan haji ini menjadi lebih baik dari tahun ketahun.
[arp]
BERITA TERKAIT: