Hal itu dikatakan ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil kepada
Rakyat Merdeka Online (Kamis, 28/10). Dia menjelaskan, revitalisasi pabrik perlu dilakukan karena saat ini. Selain jumlahnya sedikit, hanya ada 60 unit, pabrik-pabrik gula yang ada di dalam negeri juga sudah tua. Karena itu, hasil produksinya seringkali ikut memperkecil rendemen tebu yang dipasok petani tebu.
Selain itu, tambah Arum, pemerintah juga harus melakukan pembenahan terhadap tanaman tebu. Pemerintah harus melakukan peneilitian dan meningkatkan teknologi agar ditemukan bibit tebu dengan kualitas bagus, yang cocok dengan karakter musim di Indonesia. Selama kedua hal itu tidak dilakukan, Arum pesimistis target swasembada gula tahun 2014 bisa dicapai.
"Kalau revitalisasi pabrik gula dan tanaman tebu tidak dilakukan saya kira target swasembada gula tahun 2014 bisa kembali meleset. Seperti yang pernah ditargetkan pemerintah pada 2007 dan 2009 lalu," pungkasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: