"Atmosfir itu memang ada dan memang memungkinkan. Korupsi waktu dan korupsi uang memang ada," ujar politisi muda yang akrab disapa Noriyu itu.
Untuk mencegah anggota dewan korupsi, kader Demokrat itu mengimbau agar anggota Dewan merubah paradigma ujung-unjungnya duit (UUD).
"Manajemen hubungan konstituen yang UUD atau bahwa pakem jika anggota dewan bertemu dengan konstituen harus memberikan duit dalam jumnlah besar harus dirubah. Bangun hubungan konstituen dengan yang lebih humanis dan produktif. Misalnya, akomodir keinginan konstituen, didengarkan keluhannya, dan anggota dewan cukup membukakan jalur dan referensi jaringan saja ke mereka," lanjut Noriyu.
Yang kedua, tetap memanfaatkan profesi keahlian yang dimiliki sebelum jadi anggota DPR.
"Jangan setelah jadi anggota DPR, kita berubah jadi vampir yang identik yang buruk-buruk saja," masih kata Noriyu.
Noriyu menambahkan, terus lakukan revolusi diri dengan cara terus melakukan instrospeksi diri. Jangan gampang melakukan studi banding atau plesiran ke luar negeri, tetapi kita tidak mempersiapkan apa yang harus dicapai dengan studi banding tersebut.
[arp]
BERITA TERKAIT: