Parameter Pemberantasan Korupsi Bukan Seberapa Banyak Koruptor Ditangkap

SBY Gagal Hentikan Laju Korupsi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 22 Oktober 2010, 15:45 WIB
Parameter Pemberantasan Korupsi Bukan Seberapa Banyak Koruptor Ditangkap
sby/ist
RMOL. SBY gagal mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum Polri dan Kejaksaan. SBY malah membiarkan Jaksa dan Kepolisian yang seolah-olah bisa memperbaiki lembaganya.

Demikian disampaikan pakar hukum tata negara, Aldi Isro, pada diskusi "Evaluasi Satu Tahun Presiden" di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Jumat (22/10).

"SBY juga melakukan pembiaran karena kedua institusi ini dikoyak-koyak. Yang kedua SBY gagal dan tidak memikirkan bagaimana menghentikan korupsi," ujar Aldi.

Pemberantasan korupsi itu, lanjut Aldi, bukan seberapa banyak koruptor ditangkap, tapi bagaimana bisa menghentikan tindakan korupsi.

"Pemberantasan korupsi hanya digunakan sebagai medium tempur para polistisi saja," lanjutnya.

Masih menurut Aldi, soal kekuasaan, Presiden tidak bisa keluar dari mainstream partai pengusungnya. Akibatnya presiden selalu ragu dalam membuat keputusan.

"Padahal selama tidak melakukan pelanggaran konstitusional presiden dijamin oleh konstitusi," pungkasnya. [arp]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA