Makanya, sore ini pukul 16.00 WIB Komisi V yang membidangi masalah perhubungan akan memanggil Menteri Perhubungan, Dirjen Perkeretaapian, dan pihak perusahaan Kerata Api Indonesia itu sendiri.
"Ya, tentu untuk mengevaluasi bidang perkeretapian ini. Kita harus tahu, siapa sebenarnya yang tidak menjalankan tugas, operator ataukah regulator," ujar Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin Mohammad Said kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 4/10).
Politisi Partai Golkar ini tidak ingin hanya masinis saja yang disalahkan. Karena sebagai manusia yang memiliki keluarga, dia mengatakan, tidak mungkin masinis mau menabrakkan kereta tersebut.
"Kalau masinisnya ngantuk, makanya harus dicari tahu, apakah pihak perusahaan telah memberikan tingkat kesejahteraan kepada masinis dan jam kerja yang memadai. Karena masinis itu bukan robot," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: