Karena seharusnya, sebut Yusril, pernyataan Marwan Effendi itu ditujukan kepada Plt Jaksa Agung Darmono yang sebelumnya telah berjanji akan membersihkan Kejaksaan dari jaksa-jaksa nakal.
"Seharusnya permintaan itu ditujukan ke Pak Darmono. Pak Darmono lah yang mengatakan tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk memperbaiki citra Kejaksaan yang hancur akibat ulah Jaksa nakal," ujar mantan Menteri Hukum dan HAM itu dalam pesan singkat kepada
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 29/9).
"Kalau Plt Jakgung sudah tahu banyak Jaksa yang nakal, Jamwas tinggal minta daftar namanya kepada beliau untuk segera ditindak. Jadi Pak Marwan nggak perlu repot-repot nanya sana sini nama-nama jaksa nakal tersebut," katanya lagi.
Yusril menegaskan merosotnya wibawa Kejaksaan bukan disebabkan oleh dirinya karena telah menggugat keabsahan Jaksa Agung ke Mahkamah Konstitusi dan menangkan sehingga Presiden SBY mencopot Hendarman Supandji.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: