Densus 88 Tak Boleh Ketergantungan Dana dari Negara Asing

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 28 September 2010, 12:58 WIB
Densus 88 Tak Boleh Ketergantungan Dana dari Negara Asing
RMOL. Tim Datasemen Khusus 88 anti teror Mabes Polri lebih baik dibiayai oleh pemerintah sendiri daripada mengharapkan bantuan dari negara asing. Karena dikuatirkan, bantuan asing itu akan mendikte kinerja Densus.

"Kan lebih baik mereka (Densus) mendapatkan bantuan langsung dari APBN dibanding mereka mendapatkan bantuan dari (negara) manapun. Soalnya, tidak ada bantuan itu yang gratis," jelas Wakil Ketua DPR Pramono Anung kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Selasa, 28/9).

Karena itu, dia mendukung apabila anggaran untuk Densus 88 itu ditambah. Karena anggaran Rp 9 miliar yang ada saat ini jelas tidak mencukupi untuk mendukung kinerja Densus anti teror itu.

"PDIP menyetujui kalau Densus diberi anggaran yang cukup. Secara pribadi saya mengharapkan dan menginginkan alokasi budjet Denusus 88 perlu diperbaiki," ucapnya.

Namun dia sendiri mengaku kuatir bila anggaran Densus 88 terlalu banyak. Karena hal itu akan membuat kinerja Densus jadi tidak efesien. "Yang dikuatirkan di kita ini, anggarannya lebih sedikit, mereka lebih efesien. Kalau anggarannya banyak jadi tidak efesien," demikian Pram. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA