Badan Intelijen Negara (BIN) diminta memperjelas apakah benar jaringan teroris di tanah air akan mengambil alih kekuasaan seperti yang disampaikan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri akhir pekan (Jumat, 24/9).
"Pernyataan yang disampaikan Kapolri itu perlu dikonfirmasi lagi sekaligus diperjelas dengan pernyataan Kepala BIN Jenderal Sutanto, agar tidak sekadar asal pernyataan atau hanya untuk menyenangkan Presiden SBY alias ABS (Asal Bapak Senang)," kata Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan, kepada Rakyat Merdeka Online (Senin pagi, 27/9).
Syahganda menilai BIN lebih kompeten menyampaikan hal yang berkaitan dengan ancaman yang dihadapu negara. Termasuk mengenai kemungkinan jaringan teroris mengambil alih negara.
Penjelasan BIN, kata Syahganda, diperlukan agar masyarakat tidak dibuat bingung akibat pernyataan Kapolri tersebut. Apalagi Kapolri tidak cukup detil menyampaikan sejauh mana kekuatan dimiliki kalangan teroris untuk kemudian mengambilalih negara.
"Apakah informasi Kapolri itu berasal atas data intelijen yang kuat dan akurat, atau cuma untuk konsumsi sensasi publik dan berangkat dari kepanikan sebuah instutusional," kata mantan Direktur Eksekutif for Information and Development Studies (CIDES) itu lagi. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: